KLIKINDONESIA, KOTABARU – Kondisi ketenagakerjaan yang dinilai masih jauh dari harapan mendorong lahirnya Aliansi Gebraksi atau Aliansi Gerakan Buruh Rakyat Kalimantan Progresif.
Pembentukan aliansi tersebut menjadi momentum konsolidasi gerakan buruh dan rakyat dalam memperjuangkan hak pekerja serta mendorong keberpihakan pemerintah terhadap persoalan ketenagakerjaan di daerah.
Pembentukan Aliansi Gebraksi dibahas dalam Rapat Koordinasi yang berlangsung di Sekretariat Bersama Aliansi Gebraks dan Partai Buruh, Minggu (10/5/2026).
Rapat dihadiri para ketua federasi dan serikat pekerja/buruh, pengurus Serbusaka, tim pengkajian revisi Perda Ketenagakerjaan, hingga calon anggota Aliansi Gebraksi.
Dalam forum tersebut, Rutqi yang memimpin rapat mewakili Ketua Aliansi Gebraksi menegaskan bahwa organisasi yang dibentuk bukan sekadar wadah seremonial, melainkan alat perjuangan untuk melawan ketidakadilan terhadap buruh dan masyarakat kecil.
Dengan mengusung motto “Bersatu, Bergerak, Menang,” Rutqi menyebut buruh selama ini masih menghadapi berbagai persoalan mulai dari minimnya perlindungan tenaga kerja, lemahnya pengawasan perusahaan, hingga kebijakan daerah yang dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada pekerja.
“Gebraksi lahir karena masih banyak suara buruh yang belum benar-benar didengar. Kami ingin ada gerakan yang kuat, terorganisir, dan berani memperjuangkan hak-hak pekerja,” tegas Rutqi.
Menurutnya, perjuangan buruh tidak cukup hanya melalui aksi spontan, tetapi harus dibangun melalui organisasi yang solid dan memiliki arah perjuangan yang jelas.
Karena itu, dalam rapat tersebut peserta langsung membahas penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD & ART) sebagai pondasi organisasi, sekaligus merumuskan Program Kerja Aliansi Gebraksi Tahun 2026.
Tak hanya itu, pembahasan juga menyoroti draf revisi Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan yang dinilai perlu dikawal secara serius agar tidak hanya menguntungkan pihak tertentu.
“Revisi perda jangan hanya formalitas. Regulasi harus benar-benar melindungi buruh, bukan justru memperlemah posisi pekerja di lapangan,” ujar Rutqi di hadapan peserta rapat.
Ia menambahkan, Aliansi Gebraksi ke depan akan fokus pada penguatan advokasi buruh, pendidikan organisasi, pengawasan kebijakan ketenagakerjaan, hingga membuka ruang pengaduan bagi pekerja yang mengalami persoalan hubungan industrial.
“Kalau buruh tetap berjalan sendiri-sendiri, maka akan mudah dilemahkan. Karena itu kami mengajak seluruh elemen buruh dan rakyat untuk bersatu bergerak bersama,” pungkasnya.








