KOTABARU, KLIKINDONESIA – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kebakaran di wilayah terpencil terus didorong. Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Hj. Suwanti, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pengadaan unit pemadam kebakaran (Damkar) di Kecamatan Pulau Laut Timur.
Hal ini disampaikannya usai melakukan koordinasi bersama komunitas relawan DPP Emergency Pulau Laut Kotabaru dan DPC Pulau Laut Timur, terkait penguatan sistem penanggulangan bencana di wilayah tersebut.
Menurut Hj. Suwanti, kebutuhan alat pemadam kebakaran di Pulau Laut Timur telah masuk dalam agenda prioritas pembangunan daerah dan dikawal melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Kami sudah menyampaikan usulan ini dalam Musrenbang RKPD. Mengingat jarak wilayah yang cukup jauh dari pusat kota, keberadaan Damkar di kecamatan sangat penting,” ujarnya.
Ia menyebutkan, respon dari dinas terkait cukup positif dan peluang realisasi pengadaan alat Damkar tersebut terbuka lebar.
Pengadaan unit Damkar direncanakan dapat terealisasi pada tahun 2027, baik melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (pokran) DPRD maupun melalui program sektoral pemerintah daerah.
Menurutnya, kehadiran Damkar di wilayah Pulau Laut Timur akan mempercepat penanganan kebakaran yang selama ini terkendala jarak dan waktu tempuh dari pusat layanan.
Hj. Suwanti juga memberikan apresiasi terhadap terbentuknya komunitas relawan Emergency di Pulau Laut Timur yang saat ini telah menjangkau lima desa strategis, yakni Desa Berangas, Langkang Baru, Langkang Lama, Betung, dan Batu Tunau (Sungai Buah).
Ia menilai keberadaan relawan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun sistem respons cepat di tingkat desa.
“Relawan ini sangat membantu. Tinggal kita dorong dukungan sarana dan pelatihan agar penanganan kebakaran bisa lebih maksimal,” katanya.
Selain pengadaan alat, Hj. Suwanti menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan simulasi rutin dari Dinas Pemadam Kebakaran.
Ia juga mengingatkan agar nantinya seluruh peralatan yang tersedia dapat dirawat dengan baik agar selalu dalam kondisi siap pakai.
“Kalau alat sudah ada, harus dijaga. Kebersihan mesin dan kelengkapan peralatan sangat penting agar selalu siap digunakan saat dibutuhkan,” tegasnya.
Dengan adanya rencana pengadaan Damkar ini, diharapkan penanganan musibah kebakaran di Pulau Laut Timur ke depan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan efektif.
“Harapan kami, tahun 2027 ini benar-benar terealisasi, sehingga masyarakat bisa mendapatkan perlindungan yang lebih baik dari risiko kebakaran,” pungkasnya.








