KOTABARU, KLIKINDONESIA – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggelar rapat persiapan penilaian dan verifikasi Program Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (PK2D), Selasa (28/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Zona Kolaborasi Baperida lantai III ini dihadiri Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, S.Sos, Wakil Ketua PKK Siti Khadijah Syairi, Kepala DP3APPKB Ir. Sri Sulistyani, unsur Forkopimda termasuk Ketua Pengadilan Agama, para kepala SKPD, serta Camat Sampanahan beserta jajaran.
Dalam laporannya, Kepala DP3APPKB Sri Sulistyani menyampaikan bahwa penilaian PK2D tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026 di Kecamatan Sampanahan. Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
“Keluarga yang berkualitas akan melahirkan generasi yang sehat, berpendidikan, dan berkarakter. Untuk itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ia juga memaparkan capaian terbaru, di mana skor kualitas keluarga Kabupaten Kotabaru saat ini berada di angka 73,6, yang menunjukkan kategori cukup responsif gender. Pada tahun 2025, sebanyak empat desa telah masuk kategori utama. Tahun 2026, pemerintah menargetkan peningkatan skor menjadi di atas 75 agar masuk kategori pengarusutamaan gender.
Sementara itu, Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis menegaskan bahwa peningkatan kualitas keluarga melalui PK2D membutuhkan sinergi berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga kependudukan.
“Capaian kita sudah cukup baik, namun harus terus ditingkatkan, terutama menghadapi penilaian tingkat provinsi pada Mei mendatang. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa,” tegasnya.
Rapat persiapan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua PKK Kotabaru, Siti Khadijah Syairi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keluarga sebagai unit terkecil yang menjadi pondasi terbentuknya generasi unggul.
“Keluarga adalah dasar lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak. Peningkatan kualitas keluarga adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya satu sektor,” ungkapnya.
Ia menambahkan, rapat ini bukan sekadar persiapan menghadapi penilaian, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap upaya nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga di Kotabaru.
“Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi semua pihak, kita optimistis program PK2D dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, acara juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Kotabaru sebagai Terbaik I Regional Tengah dalam Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala BPOM Tanah Bumbu kepada Wakil Bupati Kotabaru.








