KOTABARU, KLIKINDONESIA – Isu dugaan penggerebekan pesta sesama jenis di Kabupaten Kotabaru akhirnya diklarifikasi pihak kepolisian. Polres Kotabaru menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan.
Kapolres Kotabaru melalui Kasat Reskrim Polres Kotabaru, Shoqif Fabrian Yuwindayasa, menyampaikan bahwa kejadian tersebut bermula dari laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 pada Jumat malam (25/3/2026).
Menindaklanjuti laporan itu, petugas piket langsung bergerak ke lokasi sebagai bentuk quick respon kepolisian.
“Langkah yang kami lakukan merupakan respon cepat terhadap laporan masyarakat, guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya saat ditemui diruangannya, Rabu (1/4/2026).
Dalam proses tersebut, petugas sempat mengamankan tiga orang di lokasi. Namun, pengamanan itu bersifat sementara untuk kepentingan pemeriksaan awal.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan telah kami keluarkan kembali karena belum mencukupi unsur pidana,” tegas Shoqif.
Ia menjelaskan bahwa suatu perbuatan dapat diproses hukum apabila memenuhi unsur tertentu, seperti dilakukan di ruang publik, mengandung unsur kekerasan, atau berkaitan dengan konten pornografi.
“Dalam kasus ini, unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi, sehingga tidak dapat dilanjutkan ke proses hukum,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga norma sosial dan ketertiban lingkungan. Pemilik kos dan kontrakan juga diminta lebih peduli terhadap aktivitas di lingkungannya.
“Kami mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan hal-hal mencurigakan melalui layanan 110. Ini penting untuk menjaga keamanan bersama,” tambahnya.
Polres Kotabaru juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran isu yang tidak akurat berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dengan klarifikasi ini, kepolisian berharap situasi kamtibmas di Kabupaten Kotabaru tetap kondusif serta masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.








