Kotabaru, Klikindonesia – Momen Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah menjadi lebih istimewa di Kabupaten Kotabaru. Tak hanya sebagai ajang ibadah dan pengorbanan, namun juga sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap para mitra dan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru menyerahkan satu ekor hewan qurban kepada perwakilan organisasi wartawan di Bumi Saijaan. Penyembelihan dilaksanakan usai pelaksanaan salat Idul Adha pada Jumat (6/6/2025) pagi.
Yang menarik, ratusan bungkus daging qurban tersebut dibagikan khusus untuk para insan pers yang selama ini telah menjalankan tugas jurnalistik di wilayah Kotabaru. Selain itu, daging juga disalurkan kepada masyarakat sekitar Jelapat, Desa Semayap, Pulau Laut Utara.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab, khususnya kepada Bupati Muhammad Rusli dan Wakil Bupati Syairi Mukhlis,” ungkap Fauzi, salah satu wartawan lokal yang menerima daging kurban.
“Ini bukan hanya bentuk perhatian, tapi juga bukti bahwa pemerintah mengakui peran pers dalam pembangunan daerah,” tambahnya bangga.
Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah Kotabaru, H. Eka Saprudin, menyampaikan bahwa Pemkab juga telah menyalurkan 27 ekor sapi qurban ke berbagai tempat ibadah di seluruh wilayah Kotabaru.
“Kami sudah melakukan pendataan lokasi penerima agar penyalurannya tepat sasaran,” jelasnya.
“Ini bentuk komitmen kami dalam mendukung ibadah kurban dan membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang kurang terjangkau,” sambung Eka.
Lebih lanjut, Eka juga menyoroti pentingnya menjadikan momen Idul Adha sebagai waktu untuk mempererat hubungan, termasuk dengan para jurnalis.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan insan pers, semoga ini menjadi berkah dan memperkuat kemitraan yang sudah terjalin, agar visi-misi pembangunan menuju Kotabaru Hebat bisa diwujudkan bersama,” pungkasnya.
Tak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi antara Pemkab dan elemen masyarakat. Tradisi qurban pun menjadi sarana untuk menjaga keharmonisan serta membangun solidaritas yang lebih kokoh di tengah perbedaan.*








