KOTABARU, KALSEL [KLIKINDONESIA] – Pemerintah Kabupaten Kotabaru menunjukkan keseriusannya dalam menurunkan angka stunting dengan menggelar penandatanganan komitmen bersama dalam kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2025 yang digelar di Aula Partisipasi Bapperida, Kamis (22/5/2025).
Penandatanganan komitmen bersama dilakukan oleh Bupati Kotabaru yang diwakili oleh Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, bersama jajaran Forkopimda, para kepala SKPD, camat, dan kepala desa se-Kabupaten Kotabaru.
“Ini bukan sekadar formalitas. Saya ingin semua pihak benar-benar menjalankan komitmen ini di lapangan. Karena menyelamatkan masa depan anak-anak Kotabaru adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Syairi Mukhlis di hadapan para peserta.
Kepala DPPPAPPKB Kotabaru, Sri Sulistyani, menyebut bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk merumuskan rencana kerja yang terpadu dan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan bahwa semua anak di Kotabaru tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. Melalui rembuk ini, kita menyamakan persepsi dan langkah,” jelasnya.
Dalam penjelasannya, Sri juga mengungkapkan tren stunting di Kotabaru yang mengalami fluktuasi. Berdasarkan data survei kesehatan, prevalensi stunting pada tahun 2021 berada di angka 21,8%, meningkat pada 2022 menjadi 31,6%, namun menurun tajam pada 2023 ke angka 20,1%.
“Dengan adanya penandatanganan komitmen ini, kami optimis tren penurunan stunting akan terus berlanjut dan mencapai target nasional 14% pada tahun 2029,” katanya.
Kegiatan rembuk stunting ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk percepatan penurunan stunting yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Penandatanganan komitmen bersama di akhir acara menjadi penegasan bahwa kolaborasi lintas sektor dan pelibatan masyarakat adalah kunci sukses untuk menyelesaikan persoalan stunting secara tuntas di Bumi Saijaan.[]
Penulis : Ummy








