KOTABARU, KLIKINDONESIA – Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meninjau sejumlah titik penting di Kabupaten Kotabaru, Selasa (07/10/2025).
Mereka mendatangi rumah sakit, sekolah, bandara, perkantoran, pantai Sarang Tiung, taman kota, pasar, hingga desa pengelola sampah.
Kunjungan ini bertujuan menilai kesiapan Kabupaten Kotabaru dalam menjaga kebersihan serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
“Adipura bukan sekadar penghargaan, tapi refleksi nyata dari budaya bersih dan tertib masyarakat,” ujar salah satu anggota tim penilai.
Selain itu, tim juga meninjau pengelolaan sampah masyarakat di Bank Sampah Cinta Lingkungan Karya Utama Mandiri, Desa Semayap.
Tempat tersebut menjadi salah satu titik penting dalam penilaian Adipura karena dinilai berhasil mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru melalui Kabid Pengelola Sampah dan Limbah, M. Adi Noryanto, menyampaikan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Salah satu kriteria utama penilaian Adipura adalah pengelolaan sampah skala masyarakat,” ungkapnya kepada media, usai mendampingi tim KLHK.
Ia menjelaskan, di Kotabaru saat ini terdapat 20 bank sampah dan TPS 3R yang tersebar di 5 kecamatan.
“Salah satu yang masih aktif dalam pengelola bank sampah di kabupaten kotabaru yaitu Bank Sampah Cinta Lingkungan Karya Utama Mandiri, Desa Semayap,” tambah Adi.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Cinta Lingkungan Karya Utama, Nur Ulfa, menceritakan perjalanan kelompoknya sejak berdiri tahun 2017.
“Kami memulai dari kecil, hanya beberapa orang yang peduli pada kebersihan dan nilai ekonomis sampah,” ujarnya tersenyum.
Menurutnya, kelompok yang kini beranggotakan delapan orang tersebut tetap semangat meski menghadapi berbagai keterbatasan.
“Setiap hari kami menampung dan memilah sampah dari ratusan anggota, perbulan Bank Sampah kami memperoleh rata-rata 400 Kilogram sampah,” jelasnya.
Nur Ulfa berharap perhatian pemerintah terhadap pengelola bank sampah terus meningkat, terutama dalam dukungan operasional dan pelatihan.
“Kami berharap pemerintah ikut membantu, minimal dalam hal sarana dan transportasi agar kami bisa bergerak lebih cepat,” harapnya.
Dengan semangat kolaboratif ini, Pemerintah Kabupaten Kotabaru optimistis bisa terus memperkuat budaya bersih, hijau, dan berkelanjutan di Bumi Saijaan.








