KOTABARU, KLIKINDONESIA – Isu mengenai menu non halal di Boom Resto & Bakery Kotabaru viral di grup WhatsApp, menimbulkan keresahan masyarakat luas sejak kamis lalu.
Deni Mahesa akhirnya melakukan klarifikasi terbuka pada pihak Owner Boom Resto & Bakery, setelah namanya terseret dalam peredaran pesan berantai tanpa bukti jelas.
Dalam pernyataannya, Deni menegaskan, “Saya akui salah memberikan informasi tanpa bukti. Saya minta maaf, semoga masalah ini selesai, dan menjadi pelajaran untuk saya pribadi.”
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa dirinya siap bertanggung jawab. “Saya siap klarifikasi terbuka dan meminta owner Boom memaafkan saya.”
Selain itu, Deni juga menyesalkan percakapan pribadi yang beredar, karena jawaban spontan tanpa bukti menggiring opini masyarakat mengenai menu tidak halal.
Sementara itu, owner Boom Resto & Bakery, Linda Hendra, menegaskan kekecewaannya. Ia mengatakan isu tersebut merusak usaha yang dibangun selama ini.
Lebih lanjut, Linda menambahkan, “Sejak April lalu kami sudah mengurus sertifikat halal. Isu ini jelas merugikan nama baik usaha kami.”
Tidak hanya itu, Linda mengingatkan masyarakat harus lebih bijak menyebarkan informasi. Ia menekankan hoaks dapat berdampak fatal bagi pelaku usaha.
Meski kecewa, Linda tetap membuka pintu maaf. Ia berharap isu serupa tidak muncul kembali sehingga tidak merugikan reputasi Boom Resto.








