KOTABARU, KLIKINDONESIA – Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pemanfaatan lahan tidur. Salah satunya diwujudkan melalui panen perdana jagung manis di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulau Laut Utara, Senin (06/04/2026).
Panen tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sarawani, serta unsur TNI dan kelompok tani setempat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, sekaligus membuktikan bahwa lahan milik pemerintah daerah yang sebelumnya tidak produktif dapat dioptimalkan untuk sektor pertanian.
“Kita memanfaatkan lahan tidur milik Pemda dengan bekerja sama bersama petani. Jagung yang dipanen hari ini berusia sekitar 75 hari dan hasilnya cukup baik,” ujar Wakil Bupati.
Ia menegaskan, potensi lahan yang dimiliki Pemkab Kotabaru masih sangat luas dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Di kawasan tersebut saja, terdapat sekitar 22 hektare lahan yang bisa dikembangkan untuk pertanian.
“Kita ingin lahan-lahan ini tidak dibiarkan kosong. Harapannya ke depan bisa digarap lebih luas lagi sehingga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Pemkab juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan TNI, dalam mendukung program ketahanan pangan. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan lahan serta meningkatkan hasil produksi pertanian.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kotabaru, Sarawani, menyebut panen jagung ini merupakan program percontohan di tahun 2026 dengan luas lahan 0,25 hektare.
“Ini kebun percontohan untuk memberikan gambaran kepada petani bahwa lahan tidur bisa dimanfaatkan secara produktif. Ke depan kami harap bisa dikembangkan lebih luas,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan panen ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.
Selain panen, Wakil Bupati juga berdialog langsung dengan petani guna menyerap aspirasi mereka, sekaligus memastikan program berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dengan langkah ini, Pemkab Kotabaru menargetkan ketahanan pangan tidak hanya menjadi program, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani.








