KOTABARU, KLIKINDONESIA – Dalam upaya meningkatkan kemandirian dan keterampilan produktif Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kotabaru menjalin sinergi dengan Balai Latihan Kerja Kabupaten Kotabaru melalui pelatihan pembuatan roti, Senin (2/3/2026).
Sebanyak 16 Warga Binaan mengikuti pelatihan tersebut setelah melalui proses seleksi. Program ini menghadirkan instruktur profesional dari BLK yang memberikan materi teori sekaligus praktik, mulai dari pengenalan bahan baku, teknik pengolahan adonan, proses pemanggangan, hingga pengemasan produk.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, secara resmi membuka kegiatan dan menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata.
“Kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal usaha setelah bebas nanti. Kolaborasi ini langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian,” tegasnya.
Menurutnya, pelatihan ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari pembinaan berkelanjutan agar Warga Binaan memiliki daya saing dan peluang ekonomi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala BLK Kabupaten Kotabaru, Muhammad Muhdi Akbar, menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai pelatihan vokasi menjadi salah satu solusi konkret dalam pemberdayaan sumber daya manusia.
“Pelatihan ini diharapkan membuka peluang kerja maupun usaha mandiri bagi para peserta. Keterampilan yang diperoleh bisa langsung diterapkan,” ujarnya.
Selain keterampilan teknis pembuatan roti, peserta juga dibekali pemahaman mengenai standar kebersihan, kontrol kualitas produk, serta manajemen usaha sederhana. Materi ini dirancang agar peserta tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memahami aspek pemasaran dan pengelolaan usaha.
Program ini sejalan dengan komitmen Lapas Kotabaru PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel) dalam menjalankan pembinaan kemandirian serta mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Melalui sinergi dengan BLK, Lapas Kotabaru menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan Warga Binaan, sehingga mereka siap kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat.








