KOTABARU, KLIKINDONESIA – Ratusan warga memadati kawasan Wisata Hutan Meranti Putih, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulau Laut Utara, untuk mengikuti tradisi sakral Grebek Kampung, Minggu (30/11/2025).
Tradisi budaya tahunan ini menjadi puncak Meranti Putih Performance Arts Festival (MP2AF) 2025.
Sejak pagi, warga membawa hasil panen terbaik seperti sayur segar, singkong, kacang-kacangan, dan aneka buah lokal. Semua hasil bumi itu disusun membentuk tumpeng raksasa yang kemudian diperebutkan warga sebagai simbol syukur atas rezeki dan kebersamaan masyarakat.
Rebutan hasil bumi menjadi bagian paling ditunggu oleh pengunjung. Wisatawan dari dalam dan luar daerah ikut menyaksikan tradisi unik yang hanya digelar sekali setiap tahun di Desa Sebelimbingan.
Kepala Desa Sebelimbingan, Akhmad Zenuri, mengatakan tradisi ini adalah warisan leluhur yang terus dijaga. “Dulu disebut Grebeg Suro, tradisi ini simbol rasa syukur atas hasil panen, pembangunan desa, dan wujud pelestarian budaya leluhur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dispapora Kotabaru, Sony Halomoan, menjelaskan MP2AF 4 mengusung tema “Harmoni Hijau Merupa Alam”. Sejak 28 November, festival telah menghadirkan tari, musik, sastra, teater, kemeh taman seni, pertunjukan seniman tamu, hingga musik bertema romantisasi alam.
“Untuk puncak acara ini tadi ada Grebek Kampung, Bike to Meranti, dan penanaman pohon bersama di puncak Meranti. Kami menanam ratusan pohon ulin sebagai harapan bagi anak cucu di masa mendatang. Kami ingin kawasan ini tidak hanya dikenal karena Meranti, tetapi juga ulin yang bisa kita jaga,” jelasnya.

Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, yang hadir dalam acara turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan festival budaya tersebut.
Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin meriah pada tahun-tahun berikutnya.
“Grebeg Kampung merupakan warisan lokal yang kaya nilai sejarah kebersamaan dan ritualitas masyarakat kalau bisa, tahun depan desa melibatkan desa sekitar agar lebih meriah lagi,” ucapnya.
Tradisi Grebek Kampung pada penutupan MP2AF tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga menguatkan identitas budaya lokal. Kegiatan ini sekaligus memperkokoh posisi Hutan Meranti Putih sebagai destinasi ekowisata unggulan di Kabupaten Kotabaru.








