KOTABARU, KLIKINDONESIA – Kepala Desa Gunung Ulin, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, Muhammad Penganten mengeluarkan imbauan agar warga lebih berhati-hati saat mengunjungi air terjun di wilayahnya.
Imbauan ini disampaikan menyusul insiden tenggelamnya M. Ikhsan (27), warga Desa Sungai Taib, Sabtu siang (21/6/2025).
Korban ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi bersama tiga temannya di kawasan Air Terjun Gunung Ulin.
Menurutnya, lokasi kejadian ini memiliki medan yang ekstrem dan sudah pernah memakan korban jiwa sebelumnya.
“Kami imbau warga dan pengunjung agar tidak mandi sembarangan di lokasi yang belum dikenal,” ujar Kepala Desa.
Ia menekankan bahwa jalur menuju air terjun cukup jauh, licin, berbatu, dan berada sekitar satu kilometer dari permukiman.
Biasanya warga hanya bermain air di dataran rendah yang lebih dangkal, bukan di area terjun yang dalam dan deras.
Korban diketahui tidak bisa berenang, namun tetap turun ke sungai saat teman-temannya berenang di lokasi tersebut.
Teman korban sempat berupaya menolong saat korban pertama kali tenggelam, namun arus air menyeretnya kembali ke dalam.
Tim gabungan dari BPBD Kotabaru, Polres, Babinsa, dan warga melakukan pencarian intensif di lokasi selama tiga jam.

Jenazah korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sungai berkedalaman sekitar lima hingga enam meter.
“Jangan mandi jika tidak bisa berenang. Gunakan pelampung dan selalu ajak teman yang berpengalaman,” tambah Kades.
Tragedi ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya mengenali kondisi alam sebelum beraktivitas.








